Sejarah Kota Batu Jawa Timur: Dari Desa Pegunungan hingga Kota Wisata

 


Sejarah Kota Batu tidak lepas dari keindahan alam dan letak geografisnya yang strategis di dataran tinggi Jawa Timur. Kota Batu dikenal sebagai kota wisata dengan udara sejuk dan panorama pegunungan, namun sebelum berkembang seperti sekarang, daerah ini memiliki perjalanan sejarah yang panjang.

Asal Usul Nama Kota Batu

Nama Batu dipercaya berasal dari tokoh bernama Abu Ghonaim atau Mbah Wastu, seorang ulama pengikut Pangeran Diponegoro yang menetap di wilayah ini pada abad ke-19. Dalam penyebutan masyarakat lokal, nama “Abu Ghonaim” kemudian disingkat menjadi “Batu”.

Versi lain menyebutkan bahwa nama Batu berasal dari kondisi geografis wilayahnya yang banyak terdapat bebatuan besar dari pegunungan di sekitarnya.

Kota Batu pada Masa Kerajaan

Pada masa kerajaan Hindu-Buddha, wilayah Batu diyakini menjadi bagian dari pengaruh Kerajaan Singhasari dan Kerajaan Majapahit. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya beberapa peninggalan sejarah seperti candi dan situs arkeologi di sekitar wilayah Malang Raya, termasuk Batu.

Wilayah Batu dimanfaatkan sebagai daerah pertanian dan jalur penghubung antardaerah karena tanahnya yang subur dan letaknya yang strategis.

Sejarah Kota Batu pada Masa Kolonial Belanda

Pada masa penjajahan Belanda, Kota Batu berkembang sebagai daerah perkebunan dan tempat peristirahatan. Udara sejuk dan pemandangan alam menjadikan Batu sebagai tempat favorit bangsa Eropa untuk berlibur dan membangun vila.

Belanda mengembangkan perkebunan apel, sayuran, dan bunga yang hingga kini menjadi ciri khas Kota Batu. Sejak saat itu, Batu dikenal sebagai daerah penghasil hasil pertanian berkualitas.

Perkembangan Kota Batu Setelah Kemerdekaan

Setelah Indonesia merdeka, Kota Batu menjadi bagian dari Kabupaten Malang. Aktivitas masyarakat masih didominasi oleh sektor pertanian dan perkebunan.

Seiring meningkatnya potensi pariwisata, pemerintah mulai mengembangkan Batu sebagai daerah tujuan wisata. Berbagai fasilitas wisata dan infrastruktur mulai dibangun untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Kota Batu Menjadi Kota Otonom

Tonggak penting dalam sejarah Kota Batu Jawa Timur terjadi pada tahun 2001, ketika Batu resmi ditetapkan sebagai kota otonom berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2001.

Sejak menjadi kota sendiri, pembangunan di Kota Batu berkembang pesat, khususnya di sektor pariwisata. Berbagai destinasi wisata modern seperti Jatim Park, Museum Angkut, dan Batu Night Spectacular mulai bermunculan.

Kota Batu sebagai Kota Wisata Modern

Saat ini, Kota Batu dikenal sebagai Kota Wisata Batu (KWB). Pariwisata menjadi sektor utama penggerak ekonomi kota, didukung oleh pertanian, UMKM, dan industri kreatif.

Meski berkembang pesat, Kota Batu tetap menjaga kearifan lokal, budaya masyarakat, serta kelestarian alam sebagai identitas utama kota.

Penutup

Sejarah Kota Batu menunjukkan perjalanan panjang dari daerah pertanian di pegunungan hingga menjadi kota wisata unggulan di Jawa Timur. Kombinasi antara alam, sejarah, dan perkembangan modern menjadikan Kota Batu sebagai kota yang unik dan terus berkembang.

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *